Senin, 16 Januari 2017

PIDATO  HARI KESADARAN NASIONAL DI SMK NEGERI 2 CIREBON
PADA TANGGAL 17 JANUARI 2017

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam Sejahtera untuk kita semua,

Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah melimpahkan anugrah kesehatan dan kesempatan kepada kita semua sehingga kita sebagai tenaga pendidik dan kependidikan  yang sebagian besar menjadi anggota Korpri masih sanggup untuk menghadiri Apel Hari Kesadaran Nasional yang dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 17 di SMK Negeri 2 Cirebon  ini.
Apel yang kita selenggarakan setiap tanggal 17 ini janganlah dianggap sebagai formalitas belaka karena apel  dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Nasional ini seyogyanya memiliki nilai yang sangat luhur dalam membangkitkan semangat dan mengingatkan kita sebagai abdi masyarakat yang mempunyai fungsi utama yaitu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, dalam hal ini adalah masyarakat pelajar yaitu siswa-siswi SMK Negeri 2 Cirebon.
Dengan Hari Kesadaran Nasional ini, setiap pendidik atau tenaga kependidikan  bisa menyadari dirinya sebagai pelayan masyarakat pelajar dan bisa mengembangkan semangat patriotisme kebangsaan. Mudah-mudahan dengan apel saat ini, bisa memberikan kesadaran kepada kita  agar dapat melayani siswa-siswi kita dan dapat mengelola berbagai dinamika  yang ada di sekolah secara arif dan bijaksana, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.
Untuk mewujudkan fungsi pelayanan kepada para siswa tersebut setiap individu pegawai baik PNS maupun non-PNS harus meningkatkan kemampuan skil dan  kinerja, begitu pun  pemahaman terhadap  peraturan yang ada di sekolah. Adanya ketidaktaatan terhadap peraturan sekolah, seperti: seringnya terlambat hadir di kelas untuk mengajar, memulangkan siswa belum waktunya, memaraf daftar hadir secara rapel, tidak mengajar tanpa memberikan tugas kepada siswa, itu semua mudah-mudahan bukan  disebabkan oleh faktor kesengajaan, namun karena kurangnya rasa tanggung jawab (kredibilitas) kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, dalam hal ini pelayanan terhadap siswa.   Oleh karena itu, saya mengajak  kepada semuanya  agar dapat memahami  peraturan sekolah dengan sebaik-baiknya, baik peraturan yang tertulis maupun yang sering dipertegas oleh pimpinan kita. Saya berharap kekurangdisiplinan kita  terhadap peraturan sekolah bisa dikikis sedikit demi sedikit  sehingga pelayanan kita kepada peserta didik  bisa diberikan secara maksimal. Dengan demikian, insya Allah sekolah kita akan lebih berkembang dan berkualitas.
Hadirin yang berbahagia, untuk bisa mewujudkan itu semua, di samping  meningkatkan skil dan kinerja, kita pun harus bercermin pada masa lalu, apa yang telah terjadi dan pengalaman pada masa lalu, mari kita membuka diri dan berlapang dada untuk menerima ide, masukan yang berlian, bahkan kritik yang bersifat konstruktif dari siapa pun datangnya sebagai bahan evaluasi atas berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan. Hal-hal yang baik mari kita lanjutkan dan yang kurang baik mari kita perbaiki dan kita sempurnakan.
Terakhir, saya infokan tentang tabungan Korpri yang perbulan Rp100.000,00.
Menurut Kepala Sekolah berdasarkan info dari Dinas Pendidikan Kota Cirebon, tabungan tersebut yang nominalnya Rp1.300.000,00 perorang akan dikembalikan kepada setiap guru atau pegawai yang menabung. Cara dan waktu pengembalian tabungan itu masih dalam proses. Berdasarkan isyu, tabungan tersebut akan ditransfer ke nomor rekening sekolah, kemudian akan diserahkan kepada kita.    Mudah-mudahan prosesnya tidak terlalu lama dan kita segera menerimanya. Amin yra.
                        Demikian sambutan yang saya sampaikan, semoga bermanfaat, dan saya mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan.

                        Akhirulkalam, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Senin, 10 Oktober 2016

KE MAKAM IBU



Telah lama aku rindu
Demi melihatmu yang terlelap damai
Di bawah naungan bunga-bunga layu
Kini, aku datang, Ibu
Kupersembahkan padamu
Sekerat doa dan kuntum bunga
Ibu, dengarlah bisikan hatiku
Lewat renungan doa sore ini
Kulihat raut wajahmu

Terdampar di meja rinduku.

Kamis, 29 September 2016

JAGALAH HATI Inspirator: AAGym, Bimbo, dan Wahyu W.L.



               Kau bermata, tapi tak melihat
               Kau bertelinga, tapi tak mendengar
               Kau bermulut, tapi tak menyapa
               Kau berhati, tapi tak merasa

               Kau berakal, tapi tak berpikir
               Kau berharta, tapi tak berzakat
               Kau berilmu, tapi tak beramal
               Kau berakhlak, tapi tak terpuji

               Jangan biarkan matamu tak melihat
               Jangan biarkan telingamu tak mendengar
               Jangan biarkan mulutmu tak menyapa
               Jangan biarkan hatimu tak merasa

               Orang beriman selalu waspada

               Jaga hati sampai mati.

TAK MUDAH TERGODA (Kisah nyata dalam Quran)



Kisah cinta berawal dari surga
Kemudian berkembang di dunia ini
yang tak ‘kan sirna
sampai akhir nanti

Ketika Yusuf hampir tergoda syaitan
Tuhan selamatkan hamba saleh
setia pada-Nya
Oh, Julaeha tergoda asmara

Pintu terkuak
baju terkoyak
fitnah pun menjerat
penjara, oh penjara

Tuhan bukakan tabir mimpi kepadanya
Tuhan selamatkan negeri dari bencana
bahagia, oh bahagia


Yusuf tak mudah tergoda asmara wanita
dia pria idola
setia takwa pada-Nya.


DEMI CITA-CITA (Menjelang akhir berbusana putih abu-abu)




Kau di seberang sana
di dasar laut yang penuh misteri
Kau tergantung di langit nan tinggi
peringatkan daku ciptakan sayap
Kau berada di bukit terjal
kerikil tajam
deru campur debu

Terik mentari menyengat tubuhku
membakar hangus
badai dan topan menerpa sekitar
kedinginan,menggigil basah

Kumesti berlapis baja
hadapi kendala segala
meluncur terbang
pantang surut ke belakang
demi cita-cita yang kuidamkan.


JENAZAH PUTIH




Jenazah putih
terbaring kaku dalam keranda

Takbir empat kali
doa  melangit
membuka pintu arwah
awan hitam bergelayut
menghijab lambaian bidadari

Lailahaillallah, lailahaillallah, lailahaillallah
Muhammadurrasulullah
Lailahaillallah, lailahaillallah, lailahaillallah
Muhammadurrosulullah

Jenazah putih
diusung  kerabat
lewat jalanan rapat
orang-orang melihat hidmat
mereka teringat
kiamat semakin dekat


Lailahaillallah, lailahaillallah, lailahaillallah
Lailahaillallah, lailahaillallah, lailahaillallah
Lailahaillallah, lailahaillallah, lailahaillallah

Terdengar azan di pekuburan
liang lahat tak tampak lagi
wewangian dan kembang ditaburkan
isak dan doa menyentuh kalbu insani


Allahummaghfirlahu
warhamhu
waafihi
wafuanhu


Jenazah putih
terbaring kaku dalam pusara
‘kan ditanya Munkar dan Nakir

Astaghfirullah
Astaghfirullah
Astaghfirullah
Lahaula walaquwwata illabillah

Jenazah putih
Didoakan kerabat dan jirannya


DI ANTARA BUNYI BEL DAN JERITAN KERETA API (Mengenang SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon)

                 


Enam empat puluh lima
Bel berbunyi
Tebaran salam menyibak keheningan pagi
Terucap ikhkas dari pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa
Gemuruh ikrar bersaut-sautan
Roditubillahirobba
Wabil Islamidina
Wabi Muhammadinnabiyawwarosula’

Di antara bunyi bel dan jeritan kereta api
Tegakkan kalimat tauhid
Lailaha Illallah
Muhammadurrasulullah’
Di kantor
Di kafetaria
Dalam IPA
Dalam Bahasa
Dalam Matematika
‘Tuk menepis jelaga kemusyrikan
Kebodohan dan keterbelakangan

Dua belas nol-nol
Ketika azan bergema menggetarkan sukma
Ketika keran-keran berzikir
Hamba-hamba tersungkur sujud
Berikrar
‘Inna sholati wanusuki
Wamahyaya wamamati
Lillahi Robbil alamin’
Terpancar nur Ilahi
Berkibar  panji kebesaran Islam
Menyeruak

Di antara bunyi bel dan jeritan kereta api.