Kamis, 29 September 2016

JAGALAH HATI Inspirator: AAGym, Bimbo, dan Wahyu W.L.



               Kau bermata, tapi tak melihat
               Kau bertelinga, tapi tak mendengar
               Kau bermulut, tapi tak menyapa
               Kau berhati, tapi tak merasa

               Kau berakal, tapi tak berpikir
               Kau berharta, tapi tak berzakat
               Kau berilmu, tapi tak beramal
               Kau berakhlak, tapi tak terpuji

               Jangan biarkan matamu tak melihat
               Jangan biarkan telingamu tak mendengar
               Jangan biarkan mulutmu tak menyapa
               Jangan biarkan hatimu tak merasa

               Orang beriman selalu waspada

               Jaga hati sampai mati.

TAK MUDAH TERGODA (Kisah nyata dalam Quran)



Kisah cinta berawal dari surga
Kemudian berkembang di dunia ini
yang tak ‘kan sirna
sampai akhir nanti

Ketika Yusuf hampir tergoda syaitan
Tuhan selamatkan hamba saleh
setia pada-Nya
Oh, Julaeha tergoda asmara

Pintu terkuak
baju terkoyak
fitnah pun menjerat
penjara, oh penjara

Tuhan bukakan tabir mimpi kepadanya
Tuhan selamatkan negeri dari bencana
bahagia, oh bahagia


Yusuf tak mudah tergoda asmara wanita
dia pria idola
setia takwa pada-Nya.


DEMI CITA-CITA (Menjelang akhir berbusana putih abu-abu)




Kau di seberang sana
di dasar laut yang penuh misteri
Kau tergantung di langit nan tinggi
peringatkan daku ciptakan sayap
Kau berada di bukit terjal
kerikil tajam
deru campur debu

Terik mentari menyengat tubuhku
membakar hangus
badai dan topan menerpa sekitar
kedinginan,menggigil basah

Kumesti berlapis baja
hadapi kendala segala
meluncur terbang
pantang surut ke belakang
demi cita-cita yang kuidamkan.


JENAZAH PUTIH




Jenazah putih
terbaring kaku dalam keranda

Takbir empat kali
doa  melangit
membuka pintu arwah
awan hitam bergelayut
menghijab lambaian bidadari

Lailahaillallah, lailahaillallah, lailahaillallah
Muhammadurrasulullah
Lailahaillallah, lailahaillallah, lailahaillallah
Muhammadurrosulullah

Jenazah putih
diusung  kerabat
lewat jalanan rapat
orang-orang melihat hidmat
mereka teringat
kiamat semakin dekat


Lailahaillallah, lailahaillallah, lailahaillallah
Lailahaillallah, lailahaillallah, lailahaillallah
Lailahaillallah, lailahaillallah, lailahaillallah

Terdengar azan di pekuburan
liang lahat tak tampak lagi
wewangian dan kembang ditaburkan
isak dan doa menyentuh kalbu insani


Allahummaghfirlahu
warhamhu
waafihi
wafuanhu


Jenazah putih
terbaring kaku dalam pusara
‘kan ditanya Munkar dan Nakir

Astaghfirullah
Astaghfirullah
Astaghfirullah
Lahaula walaquwwata illabillah

Jenazah putih
Didoakan kerabat dan jirannya


DI ANTARA BUNYI BEL DAN JERITAN KERETA API (Mengenang SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon)

                 


Enam empat puluh lima
Bel berbunyi
Tebaran salam menyibak keheningan pagi
Terucap ikhkas dari pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa
Gemuruh ikrar bersaut-sautan
Roditubillahirobba
Wabil Islamidina
Wabi Muhammadinnabiyawwarosula’

Di antara bunyi bel dan jeritan kereta api
Tegakkan kalimat tauhid
Lailaha Illallah
Muhammadurrasulullah’
Di kantor
Di kafetaria
Dalam IPA
Dalam Bahasa
Dalam Matematika
‘Tuk menepis jelaga kemusyrikan
Kebodohan dan keterbelakangan

Dua belas nol-nol
Ketika azan bergema menggetarkan sukma
Ketika keran-keran berzikir
Hamba-hamba tersungkur sujud
Berikrar
‘Inna sholati wanusuki
Wamahyaya wamamati
Lillahi Robbil alamin’
Terpancar nur Ilahi
Berkibar  panji kebesaran Islam
Menyeruak

Di antara bunyi bel dan jeritan kereta api.

SELAMAT TINGGAL KASIH





                       Hati ini resah
                   Hati ini gelisah
                   Saat kita ‘kan berpisah

                   Hati ini rindu
                   Hati ini pilu
                   Jika  lama tak bertemu

                   Masihkah kauingat saat itu?
                   Di kala mentari tenggelam di laut jingga
                   Kau bersandar di bahuku
                   Rambutmu yang tergerai menyentuh wajahku
                   Tercium aroma surgawi
                   Kuingin membelaimu
                   Kuingin menyatakan cinta padamu
                   Namun, ku tak kuasa

                   Oh, sayang…
                   Kini kau telah jadi miliknya
                   Ayah ibumu yang menginginkannya
                   Ku berdoa semoga kau bahagia bersamanya
                   Oh….
                   Selamat tinggal kasih
                    


FIGUR KESETIAAN SEORANG GURU

FIGUR KESETIAAN SEORANG GURU


Ingatlah, ketika dunia gulita
dengan kemusyrikan dan kekafiran
Guru Muhammad Rasulullah
berjihad menebar ‘qulhuwallahu ahad’
Dunia menyeru ‘Allahu Akbar’

Ingatlah, ketika Indonesia lelah
hampir menyerah kepada penjajah
Guru Sudirman dalam keadaan sakit
bangkit menebar semangat kebangsaan dan kemerdekaan
Indonesia menyeru ‘merdeka atau mati’

Ingatlah, ketika wanita bangsa ini
tolol dan terbelakang
Guru Kartini beraksi menebar emansipasi
Indonesia pun menyeru ‘lanjutkan perjuangan ini’

Muhammad Rasulullah, Sudirman, dan Kartini
adalah figur kesetiaan seorang guru
Mereka tidak mengenal menyerah dalam berkiprah
Mereka berpegang teguh kepada amanah
Mereka hanya memberi contoh  saja

Jika ada seratus figur Guru Muhammad
Jika ada seribu figur Guru Sudirman
Jika ada sejuta figur Guru Kartini
Apakah bangsa ini akan seperti ini?


Rabu, 28 September 2016

PROSESI PERPISAHAN (kepada SMK se-Indonesia)


I.Suara Siswa Kesatu

Alangkah cepat waktu berlalu
tak terasa tiga tahun telah kulalui
bersama peluh, kerikil, dan debu
Surya kian meninggi
rangkaian peristiwa laksana dalam mimpi
yang sirna kala terjaga
Ketika satu persatu mereka berlalu:
guru-guruku, karibku, kekasihku, penyejuk hatiku
sesaat lagi akan menjadi bayang-bayang dalam jiwaku
kesendirianku semakin terasa saat ini

Guruku tercinta
ragaku akan meninggalkan almamater ini
tapi mataku akan melayang ke awan
akan kukenang senyummu, suaramu
nasihatmu dan keteladananmu
Jasamu tak mudah kulupakan

Dahulu aku tak pandai memasak
kini masakanku amat lezat
foodingku sangat nikmat
bir peletokku dapat memikat

Dahulu aku tak pandai menjahit
walau sekedar celana kolor
kini aku menjadi penjahit tersohor
‘kan menjadi seorang tailor

Dahulu aku tak begitu cantik berseri
kini pandai menghias diri
untuk meningkatkan harga diri
agar tetap disayang si jantung hati

Dahulu aku tak pandai berkata-kata
kini kukuasai multi bahasa
‘tuk memajukan dunia pariwisata
mengukir citra bangsa di mancanegara.

II.Suara Siswa Kedua

Oh, Guru!
Aku belum merasa puas dengan ilmu
dan keterampilan yang engkau berikan
tapi telah cukup untuk bekal kami
restui kami untuk pergi
mengarungi negeri, menambah bekal diri
agar mampu berbakti kepada ibu pertiwi
dan meraih rido Ilahi

Keikhlasan doa Ibu dan Bapak Guru
selalu kudambakan
untuk mengiringi kepergian anak-anakmu
dalam menggapai cita-cita dan asa
menjadi insan yang berguna

Kuucapkan terima kasih untukmu, Ibu dan Bapak Guru
atas bimbinganmu
Belaian kasihmu, keikhlasanmu, kepribadianmu
akan kukenang dalam kalbu
sepanjang hidupku.

III.Suara Siswa Ketiga
Selamat tinggal Bapak Guruku tercinta
sapa salam ini sengaja kuucap
dengan segenggam terik mentari
agar Bapak mengerti
hari-hari yang kulalui di sini
adalah bait-bait puisi
yang kerap kali kubaca dalam hati
di saat rinduku kian memuncak
rindu mengenang jasamu

Selamat tinggal Ibu Guruku tersayang
sapa salam ini sengaja kuucap
saat aku berteduh di dalam purnamamu
agar Ibu lebih mengerti
bahwa aku masih memiliki
senjata mimpi yang tak pernah mati
mimpi untuk mengenang jasamu

Semangat yang tak pernah padam
dari ruang-ruang kelas
engkau torehkan catatan-catatan
menggulir waktu menebar ilmu
dalam deru badai belum berlalu
hari-harimu dalam buku
tetap setia menjaga ilmu.

IV.Suara Guru

Selamat jalan anak-anakku tercinta
di hadapanmu terbentang sejuta cita-cita dan asa
tapi di hadapanmu juga ‘kan ada badai yang menerpa
kuatkan imanmu dalam dada
miliki ketabahan dalam jiwa
‘tuk menghadapi segala kendala

Doa kami mengiringi kepergian anak-anakku tercinta
dalam menggapai asa dan bahagia
Selamat jalan anak-anakku tercinta

selamat jalan.

BANG TOYIB SUDAH PULANG


Bang Toyib kini sudah pulang
Bang Toyib kini sudah datang
Bang Toyib bawa oleh-oleh
Cinta dan kasih sayang

Lama kita tak jumpa
Cinta, rindu kurasa
Bukan abang tak cinta
Menggapai cita-cita

Maafkan, sayang...

Abang lama tak pulang.

Puisi Renungan Kemerdekaan

Ya Allah, ya Tuhan kami
Saat ini kami berkumpul  di sini
Menghadapkan wajah dan jiwa kami ke hadirat-Mu
Memusatkan segenap pikiran dan ingatan kami
Untuk merenungkan segala makna yang berarti
Makna kemerdekaan
Makna perjuangan
Makna pengorbanan
Keris, pedang, meriam, bom, dan bambu runcing
Air mata darah
Darah-darah yang bersimbah
Tulang belulang yang berserakkan
Para syuhada, pahlawan kusuma bangsa

Wahai saudara-saudaraku, anak-anak bangsa
Tidakkah kita renungkan makna kemerdekaan?
Sungguh! Betapa getir dan payah untuk menggapainya
Tiga setengah abad bukan waktu yang sebentar
Kita dijajah dan dikoyak-koyak
Jadi miskin dan tolol yang berkepanjangan
Diadu domba dan bercerai-berai
Dirampok, diperkosa, dan dibantai
Tak punya harga diri sama sekali
Menjadi mayat-mayat busuk yang bergelimpangan
Menjadi anak-anak yatim dan janda-janda yang tak berdaya
Tubuh-tubuh kurus, lapar, dan tak bertenaga
Seakan-akan tak sanggup untuk hidup lagi

Wahai saudara-saudaraku, anak-anak bangsa
Kita wajib bersyukur kepada Ilahi
Yang telah menciptakan Bung Karno, Bung Hatta
Dan pahlawan-pahlawan kusuma bangsa
Mereka telah berjuang, berkorban, dan ikhlas
Mereka telah gugur sebagai syuhada
Walhasil:
Negeri ini menjadi bersatu
Negeri ini menjadi kokoh dan kuat
Negeri yang merdeka
Indonesia tercinta

Wahai saudara-saudaraku, anak-anak bangsa
Negeri ini telah merdeka
Benarkah negeri ini telah merdeka?
Tegakah di negeri yang merdeka ini, sementara bangsanya tidak merdeka?
Jangan biarkan negeri ini miskin lantaran kebodohan
Jangan biarkan negeri ini hancur lantaran perpecahan
Jangan biarkan anak-anak negeri kurus lantaran kelaparan
Jangan biarkan negeri ini tergadaikan lantaran korupsi dan keserakahan

Ayo kita bangkit semangat bangsaku!
Kita kikis jelaga kebodohan
Kita perangi segala kemiskinan
Kita rajut tali persaudaraan
Mari kita tegakkan keadilan dan kebenaran

Wahai saudara-saudaraku, anak-anak bangsa
Kemerdekaan ini adalah anugerah Ilahi
Yang harus kita syukuri
Bersyukur kepada Ilahi dengan taat kepada-Nya
Dan selalu berharap rido-Nya
Serta selalu mendekatkan diri kepada-Nya
Mensyukuri kemerdekaan berarti harus membangun negeri ini
Harus memeliha dan menjaganya
Harus memajukan dan memakmurkannya
Jangan sampai negeri ini terkorosi dengan teknologi
Jangan sampai negeri ini hina dengan narkoba
Jangan sampai negeri ini brutal dengan tak bermoral
Jangan sampai negeri ini hancur karena banyaknya pelacur
Jangan sampai negeri ini binasa karena banyak berbuat dosa

Ingatlah! Wahai saudara-saudaraku, anak-anak bangsa
Bom telah meledak dan menghancurkan beberapa tempat di negeri ini
Tsunami yang dahsyat telah meluluhlantakkan Aceh, Nias, dan Pangandaran
Gunung Merapi marah menjadikan Jawa Tengah terperangah
Gunung Kelud tidak segan-segan memuntahkan wedus gembelnya.
Gempa bumi mengguncang Bantul dan Yogyakarta
Sidoarjo menjadi lautan lumpur.
Entah, ... .
Bencana apa lagikah yang akan menimpa negeri ini?
Pertanda apakah semua ini?
Bukalah mata dan pikiran kita
Singkirkan debu kemusyrikan, keangkuhan, keserahan, durjana, dan nestapa

Ingatlah! Wahai saudara-saudaraku, anak-anak bangsa
Negeri yang aman dan makmur adalah:
Negeri yang mendapatkan perlidungan dan rahmat-Nya
Mereka tidak berbuat maksyiat
Apalagi melakukan dosa-dosa besar
Mereka hidup dalam kasih sayang dan saling menghargai
Mereka tunduk, patuh, sujud kepada Allah
Beristighfar, memohon ampun kepada-Nya

Dan selalu berharap akan rido-Nya.