Kamis, 29 September 2016

DI ANTARA BUNYI BEL DAN JERITAN KERETA API (Mengenang SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon)

                 


Enam empat puluh lima
Bel berbunyi
Tebaran salam menyibak keheningan pagi
Terucap ikhkas dari pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa
Gemuruh ikrar bersaut-sautan
Roditubillahirobba
Wabil Islamidina
Wabi Muhammadinnabiyawwarosula’

Di antara bunyi bel dan jeritan kereta api
Tegakkan kalimat tauhid
Lailaha Illallah
Muhammadurrasulullah’
Di kantor
Di kafetaria
Dalam IPA
Dalam Bahasa
Dalam Matematika
‘Tuk menepis jelaga kemusyrikan
Kebodohan dan keterbelakangan

Dua belas nol-nol
Ketika azan bergema menggetarkan sukma
Ketika keran-keran berzikir
Hamba-hamba tersungkur sujud
Berikrar
‘Inna sholati wanusuki
Wamahyaya wamamati
Lillahi Robbil alamin’
Terpancar nur Ilahi
Berkibar  panji kebesaran Islam
Menyeruak

Di antara bunyi bel dan jeritan kereta api.

5 komentar:

  1. Sekedar mengoreksi. Sepertinya ada 'error in typing' pada larik ; Terucap ikhkas dari pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa. Mungkin maksud Bapak ; Terucap ikhlas dari pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa. But overall, this such a nice poetic!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Rizky telah membaca puisiku dan terima kasih pula atas koreksinya.

      Hapus