Enam empat puluh
lima
Bel berbunyi
Tebaran salam
menyibak keheningan pagi
Terucap ikhkas
dari pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa
Gemuruh ikrar
bersaut-sautan
‘Roditubillahirobba
Wabil
Islamidina
Wabi
Muhammadinnabiyawwarosula’
Di antara bunyi
bel dan jeritan kereta api
Tegakkan kalimat
tauhid
‘Lailaha Illallah
Muhammadurrasulullah’
Di kantor
Di kafetaria
Dalam IPA
Dalam Bahasa
Dalam Matematika
‘Tuk menepis
jelaga kemusyrikan
Kebodohan dan
keterbelakangan
Dua belas
nol-nol
Ketika azan
bergema menggetarkan sukma
Ketika
keran-keran berzikir
Hamba-hamba
tersungkur sujud
Berikrar
‘Inna sholati
wanusuki
Wamahyaya
wamamati
Lillahi Robbil
alamin’
Terpancar nur Ilahi
Berkibar
panji kebesaran Islam
Menyeruak
Di antara bunyi bel dan jeritan kereta api.
Sekedar mengoreksi. Sepertinya ada 'error in typing' pada larik ; Terucap ikhkas dari pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa. Mungkin maksud Bapak ; Terucap ikhlas dari pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa. But overall, this such a nice poetic!
BalasHapusTerima kasih Rizky telah membaca puisiku dan terima kasih pula atas koreksinya.
HapusTerimakasih pak puisinya:)
BalasHapusBagus pak mantap
BalasHapusBagus pak mantap
BalasHapus